Akantetapi kenyataannya berbeda setelah kematian itu ada pertanggung jawaban dan ada kehidupan kehidupan yang sebenarnya" Diantara keimanan kepada hari kiamat adalah meyakini bahwa setelah kematian ini ada kehidupan. Semuanya akan berlanjut ke alam kubur kemudian ke alam akhirat. Di sana ada pengadilan Allah Ta'ala yang Maha Adil
MemaknaiHari Kenaikan Tuhan dan Turunnya Roh Kudus Kepada Para Rasul. Evanindo. Agama | Tuesday, 24 May 2022, 09:10 WIB. Pada tahun 2022, memperingati turunnya Roh Kudus untuk perayaan hari Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus ke surga pada hari ke-40 setelah Kebangkitan-Nya akan jatuh pada Kamis tanggal 26 Mei 2022.
PERINGATAN 40 HARI Bpk. .) Bacaan: 2 Kor 5:1-10 Injil : Mat 26: 26-29 Seringkali kita diingatkan akan cinta Allah pada peristiwa-peristiwa kematian. Ketika sanak keluarga meninggal, kita merasa tak berdaya, bahwa semuanya itu berada di luar kontrol diri kita. Khotbah Katolik 2016, Download Bahan-bahan kuliah ini ditujukan untuk
Inilahberbagai segi makna penampakan Tuhan Yesus di hadapan umat manusia setelah kebangkitan " ("Pekerjaan Tuhan, Watak Tuhan, dan Tuhan itu Sendiri III" dalam "Firman Menampakkan Diri dalam Rupa Manusia"). Setelah membaca firman Tuhan, akhirnya aku memahami bahwa ada dua makna di balik penampakan Tuhan Yesus kepada manusia selama 40 hari
Mengutipbuku Khotbah: Persiapan, Isi, Bentuk yang ditulis De Jong S. Dr (2008), Kenaikan Isa Almasih atau Yesus Kristus diperingati pada hari ke-40 sesudah Paskah. Peringatan ini selalu jatuh pada hari Kamis. Setelah mati di kayu salib, Yesus dikuburkan di sebuah makam baru. Pada hari yang ketiga, kubur Yesus kosong karena Dia sudah bangkit.
Artinya "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir." [QS.
Nantibeberapa minggu ke depan kita juga akan memperingati hari raya keempat orang-orang percaya, yaitu hari raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus. Saudara, ada jeda waktu sejak bangkit sampai naik, 40 hari, dan Dia pergi ke berbagai tempat, menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Apa yang Dia lakukan pada waktu Dia bangkit?
Kematianbiasanya terjadi setelah berhari-hari, kecuali korbannya sudah dipukuli atau dicambuk dengan parah terlebih dahulu, yang sering kali memang demikian. Untuk memaksimalkan dampaknya, penyaliban sering kali dilakukan di sepanjang jalan raya umum atau wilayah-wilayah yang sangat terlihat, sebagai pelajaran bagi semua orang yang menjadi
Demikianlahfirman Tuhan: "Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka" - Kisah Para Rasul 1:9. Yesus yang telah dibangkitkan tetap ada di dunia selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Ia tinggal cukup lama yaitu satu bulan sepuluh hari setelah Dia bangkit.
Setelahmembaca firman Tuhan, akhirnya aku memahami bahwa ada dua makna di balik penampakan Tuhan Yesus kepada manusia selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Yang pertama adalah bahwa Dia datang untuk menyampaikan kepada manusia bahwa Tuhan telah mengakhiri Zaman Hukum Taurat, dan bahwa Dia telah memulai Zaman Kasih Karunia dan akan menuntun
KVib0Z. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Bapak ibu serta saudara-saudaraku yang terkasih!Hidup manusia dapat kita umpamakan seperti sebuah titik dalam gerakan sebuah roda. Ada kalanya titik tersebut berada diatas atau di puncak, namun ada kalanya berada sedang berada di puncak, rasanya tenang, tidak ada gangguan, yang ada adalah kenikmatan saja. Sebaliknya bila bila titik itu sedang dalam posisi yang terendah, maka seakan-akan segala sesuatu menjadi beban yang harus kita pikul sendiri, tiada teman, tiada penghiburan apalagi harapan, seolah semua mahluk di dalam dunia ini mempersalahkan kita. Bila kita masuk dalam keadaan seperti itu, apa yang kita lakukan untuk tetap bertahan !Untuk itu marilah kita belajar dari pengalaman para rasul suatu hari mereka kesulitan dalam mencari ikan, Semalaman mereka mencari ikan, namun tak seekorpun dapat mereka tangkap, hal ini merupakan kesulitan besar bagi mereka, karena matapencaharian mereka adalah nelayan, mereka hidup dari hasil penjualan ikan yang mereka dapatkan. Melihat situasi sulit semacam ini, Yesus yang bersama mereka tidak sampai hati membiarkan mereka mendapatkan kesulitan yang melampaui batas kemampuan para murid itu, dan Yesuspun menolong mereka walaupun tidak mereka minta. Maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana Yesus tahu bahwa para muridNya sedang mengalami kesulitan ?Bapak ibu serta saudara-saudaraku yang terkasih!Karena Yesus selalu menyertai mereka para muridNya maka Yesus tahu persis kesulita mereka itu dan hal ini adalah konsekuensi dati kata-kataNya sendiri ’Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Yesus, dan barang siapa percaya kepadaNya akan tetap hidup’ Yoh 1724. Karena Yesus tidak mau kehilangan para muridNya yang mengakui Dia sebagai Putra Allah, maka Yesus menyertai mereka kemanapun mereka bersama Yesus inilah yang mengangkat Petrus dan kawan-kawannya akhirnya memilih takut kepada Allah dari pada takut kepada manusia Kis 529. Takut kepada Allah inilah yang memberikan kekuatan pada murid untuk dengan leluasa memberi kesaksian, dan takut kepada Allah ini dalam segala tindakan dan perkataan mereka. Sebab Allah Maha Tahu, Allah tidak pernah meninggalkan kita barang sejenak, hal ini dibuktikan oleh Yosua dalam kesaksiannya Aku tahu bahwa Allah hadir ditengah-tengah kita Yos 2231.Sekarang marilah kita kaji perbuatan kita, bila kita juga ingin Allah selalu hadir melindungi kita, maka pertama-tama kita contoh adalah Petrus dan kawan-kawannya yang mengambil sikap lebih takut kepada Allah dari kepada manusia. Bagaimana dengan kita ? apakah kita malahan berbuat sebaliknya? Misalnya kita akan berbuat sesuatu yang tidak pantas, sering kita beranggapan … aah. Mumpung tidak ada orang yang melihat, atau biarlah kesalahan ini saya tanggung sendiri, atau lebih konyol lagi .. kan nada sakramen tobat .. temui pastor, mengaku dosa dan beres tidak ada yang melihat, Ada yaitu Allah sendiri. Dan kita tidak mungkin membujuk Allah atau mengajak berdamai dalam hal ketidak jujuran, ketidakadilan dsbnya. Bila hukuman yang diterapkan oleh manusia masih bisa di selesaikan dengan negosiasi dll maka hukuman dari Tuhan datangnya tanpa pemberitahuan resmi, bahkan via sms pun tidak ibu serta saudara-saudaraku yang terkasih!Mungkin kita semua bingung tentang renungan malam ini, apa hubungannya dengan acara ibadat penghiburan 40 hari mengenang saudara kita. Dalam renungan ini saya ingin menyampakan bahwa hidup manusia itu merupakan satu garis sejarah yang tidak terputuskan. Diawali dengan kelahiran sampai dengan pada saat kematian, suatu hal yang pasti, yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita mengisi sejarah hidup kita itu, karena kita mengaku bahwa diri kita ini adalah murid2 Yesus, masihkah kita meyakini hal itu, masihkah kita yakin bahwa Allah selalu hadir dalam segala situasi manusia dan tetap setia. Saat ini saudara kita ini telah bebas tugas, bebas tugas dari mengukir sejarahnya didunia ini, Menurut Pastor Sandiwan Broto, saudara kita ini hanya pindah tempat ke alam yang abadi, dimana hidupnya tidak berakhir dalam kehidupan yang kekal. Badannya selama dialam kita ini dia tinggalkan karena dia telah mendapatkan badan baru yang lebih mulia, sesuai kata Rasul Paulus ”Jika kemah kediaman kita dibumi ini dibongkar, maka kita akan memperoleh bangunan dari Allah yang bukan buatan tangan manusia dan itulah ajaran iman yang kita semua telah terima. Selaras dengan ajaran iman kita itu maka kita yakin bahwa Saudara kita ini masih hidup dan kehadirannya tidak pernah dipatahkan namun selalu dengan kehidupan kita kelak, hal itu sangat ditentukan oleh perjuangan atau usaha kita saat ini. Bila kita yakin bahwa Allah selalu hadir dalam segala situasi manusia dan tetap setia. Serta belajar dari pengalaman para rasul Yesus yang memilih takut kepada Allah dari pada takut kepada manusia karena Takut kepada Allah inilah yang akan memberikan kekuatan pada kita untuk dengan leluasa memberi kesaksian dalam segala tindakan dan perkataan kita, maka Yesus akan menjadi penjamin kebahagiaan kita kelak di alam keabadian., Percaya,Demikian Kitab Suci telah membuka tabir rahasia yang meliputi kematian, maka marilah kita menyatakan iman kepercayaan kita dengan mengucapkan syahadat singkat. Lihat Pendidikan Selengkapnya
Seorang ibu sangat berduka karena kematian anak lelaki satu – satunya. Ia menangis sepanjang waktu meratapi nasibnya. Ia pergi kepada orang tua yang bijak di kampungnya dan berkata ”aku tidak akan pernah bahagia kecuali anakku hidup kembali”. Orang tua bijak itu menasihati si ibu ”pergilah lalu ambillah satu jeruk dari sebuah rumah yang tidak pernah mengalami kekusahan/kedukaan”. Ibu itupun pergi, ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain. Memasuki rumah demi rumah. Bahkan ia pergi ke tempat yang jauh dari kampungnya. Ia memasuki setiap rumah dan mendapati bahwa setiap rumah punya kesusahannya sendiri bahkan ada yang mengalami dukacita lebih hebat daripadanya. Akhirnya ibu itu memutuskan untuk kembali kepada sang orang tua bijak. Ajaibnya ia tidak lagi bersedih seperti sebelumnya. Ia memang sangat kehilangan tapi dari perjalanannya itu ia menyadari bahwa tidak seorangpun kebal terhadap kematian dan dukacita. Sama seperti angin taufan yang hebat mengguncang perahu para murid di Danau Galilea, demikian juga kesulitan hidup, dukacita, kegagalan dapat mengguncang hidup kita. Meski demikian pembacaan kita ini menyampaikan 3 hal yang menjadi ungkapan syukur dan sukacita bagi kita Pertama, segala sesuatu terjadi ada dalam rencana Allah. Pada ayat 22, Yesus sendiri yang memilih rute perjalanan untuk berlayar melalui Danau. Rute yang dipilih Yesus, jalan – jalan yang ditunjukann Tuhan bisa saja penuh bahaya dan resiko tetapi dalam bahaya itu Yesus menyatakan kuasaNya dan mengajar para murid agar bertumbuh dalam hal percaya. Itulah sebabnya hari ini kita bersyukur sebab kita mengimani bahwa jalan – jalan Tuhan meskipun terkadang sukar namun penuh damai. Rencana Tuhan meskipun sulit dimengerti namun selalu indah. Kedua, kehadiran Yesus menjamin kelangsungan dan keselamatan hidup para murid. Pada ayat 23 dikatakan bahwa Yesus tertidur ketika taufan menghantam perahu mereka. Para murid yang ketakutan membangunkan Yesus. Para murid merasa mereka pasti binasa. Badai itu membuat iman dan harapan para murid lenyap seketika padahal mereka selalu bersama Yesus dan menyaksikan sendiri bagaimana Yesus menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Seringkali badai hidup membuat kita kecewa, mengguncang iman kita. Kita bertanya – tanya kepada Tuhan “mengapa ini terjadi?”. Kita mengira Tuhan tertidur. Sesungguhnya tidak demikian saudaraku. Sikap Yesus yang tertidur dalam perahu adalah cara Tuhan agar para murid belajar mempercayakan diri secara total kepada Tuhan. Dan kita tahu akhir dari kisah yang tidak asing bagi kita. Yesus menghalau badai itu. Saudaraku, Yesus yang sama juga hadir di tengah kehidupan kita dan di tengah kehidupan Keluarga terkasih kita yang bersyukur meskipun berduka. Yesus tetap menyertai selama 40 hari dukacita keluarga bahkan sepanjang kehidupan keluarga dan kita semua. Adakalanya kita merasa Yesus tertidur, tapi percayalah, justru dalam masa – masa itu, Ia mau kita bertumbuh dalam iman dan harap kepadaNya. Ketiga, krisis kehidupan merupakan kesempatan mengenal Yesus dan kasihNya. Setelah badai itu berlalu, Yesus bertanya kepada para murid “Di manakah kepercayaanmu?” Pertanyaan ini bukan sekedar teguran karena pertanyaan ini mengandung pengajaran supaya para murid mengenal Yesus dengan sungguh – sungguh. Mengenal Yesus yang memiliki kuasa menghalau badai sebesar apapun. Hari ini, sesudah 40 hari, kita tetap bersyukur bersama keluarga sebab di dalam krisis dan dukacita keluarga, pertolongan Tuhan semakin besar. KasihNya tetap memelihara keluarga. Bersyukurlah senantiasa kepada Tuhan. Lanjutkanlah perjalanan hidup bersama Tuhan. Perjalanan ini memang tidak mudah, penuh resiko dan bahaya. Ujian bisa datang silih berganti. Hidup ibadat kapal yang terombang – ambing di tengah badai dan membuat kita tidak berdaya. Tapi kita tidak sendirian. Ia hadir bagi kita. Ia Allah yang peduli dan mengerti. Dalam Dia, dukacita kita menjadi ungkapan syukur. Amin. Tuhan memberkati.
GambarA mother in a wheelchair is surrounded by three young children. They are in a cemetery in front of a tombstone. Kehidupan setelah Kematian Apa yang terjadi kepada kita setelah kita mati? Bapa Surgawi mempersiapkan sebuah rencana bagi keselamatan kita. Sebagai bagian dari rencana ini, Dia mengutus kita dari hadirat-Nya untuk hidup di bumi dan menerima tubuh fana yang berdaging dan bertulang. Pada akhirnya tubuh fana kita akan mati, dan roh kita akan pergi ke dunia roh. Dunia roh adalah sebuah tempat menanti, bekerja, belajar, dan, bagi mereka yang saleh, beristirahat dari persoalan dan kedukaan. Roh kita akan tinggal di sana sampai kita siap bagi kebangkitan kita. Kemudian tubuh fana kita akan sekali lagi dipersatukan dengan roh kita, dan kita akan menerima tingkat kemuliaan yang untuknya telah kita persiapkan diri kita lihat bab 46 dalam buku ini. Banyak orang bertanya-tanya seperti apa dunia roh itu. Tulisan suci dan para nabi zaman akhir telah memberi kita informasi mengenai dunia roh. Penghiburan apa yang Anda terima dari pengetahuan Anda bahwa ada kehidupan setelah kematian? Bagaimana kita dapat menggunakan pemahaman kita tentang dunia roh setelah kehidupan fana untuk menghibur orang lain? Di Manakah Dunia Roh Setelah Kehidupan Fana Itu? Para nabi zaman akhir telah mengatakan bahwa roh dari mereka yang telah meninggal dunia berada tidak jauh dari kita. Presiden Ezra Taft Benson berkata “Kadang-kadang tabir antara kehidupan ini dan kehidupan setelah ini menjadi begitu tipis. Orang-orang terkasih kita yang telah meninggal tidak berada jauh dari kita” dalam Conference Report, April 1971, 18; atau Ensign, Juni 1971, 33. Presiden Brigham Young mengajarkan bahwa dunia roh setelah kehidupan fana ada di bumi, di sekitar kita lihat Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Brigham Young [1997], 323. Bagaimana Sifat Roh Kita? Makhluk roh memiliki bentuk tubuh yang sama seperti makhluk fana kecuali bahwa tubuh roh bentuknya sempurna lihat Eter 316. Roh-roh membawa bersama mereka dari bumi sikap pengabdian atau antagonisme mereka terhadap hal-hal kebenaran lihat Alma 3434. Mereka memiliki selera dan hasrat yang sama dengan yang mereka miliki sewaktu mereka tinggal di bumi. Semua roh berada dalam bentuk dewasa. Mereka sudah dewasa sebelum keberadaan fana mereka, dan mereka dalam bentuk dewasa setelah kematian, bahkan jika mereka meninggal sebagai bayi atau anak-anak lihat Ajaran-Ajaran Presiden Gereja Joseph F. Smith [1998], 134. Mengapa penting untuk mengetahui bahwa roh kita akan memiliki sikap yang sama di dunia roh sebagaimana yang mereka miliki sekarang? Bagaimana Keadaan di Dunia Roh Setelah Kehidupan Fana? Nabi Alma dalam Kitab Mormon mengajarkan dua perbedaan atau keadaan di dunia roh “Roh orang-orang yang benar diterima di dalam keadaan bahagia, yang disebut firdaus, suatu keadaan yang tenang, suatu keadaan yang damai, di mana mereka akan beristirahat dari segala kesulitan mereka dan dari segala persoalan dan kedukaan. Dan kemudian akan terjadi, bahwa roh orang-orang jahat, ya, yaitu yang berdosa—karena lihatlah, mereka tidak mempunyai tempat ataupun bagian apa pun daripada Roh Tuhan; karena lihatlah, mereka memilih perbuatan jahat daripada perbuatan baik. Karena itu, roh iblis telah memasuki diri mereka dan menduduki rumah mereka—dan semua ini akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan terdapat tangisan dan ratapan dan kertakan gigi dan ini karena kedurhakaan mereka sendiri, karena dituntun sebagai tawanan oleh kehendak iblis. Maka inilah keadaan daripada jiwa orang-orang yang jahat. Ya, di dalam kegelapan dan keadaan mengerikan sedang menantikan dengan penuh ketakutan akan menyalanya rasa berang murka Allah ke atas mereka. Jadi mereka tetap tinggal di dalam keadaan ini, demikian juga orang yang benar di firdaus sampai waktu kebangkitan mereka” Alma 4012–14. Roh-roh digolongkan menurut kemurnian hidup mereka dan kepatuhan mereka terhadap kehendak Tuhan ketika berada di bumi. Mereka yang saleh dan yang jahat dipisahkan lihat 1 Nefi 1528–30, namun roh-roh dapat maju sewaktu mereka mempelajari asas-asas Injil dan hidup sesuai dengannya. Roh-roh di firdaus dapat mengajar roh-roh di dalam penjara lihat Joseph F. Smith—Penglihatan mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati . Firdaus Menurut Nabi Alma, roh orang-orang yang saleh beristirahat dari persoalan dan kedukaan dunia. Meskipun demikian, mereka sibuk dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Presiden Joseph F. Smith melihat dalam sebuah penglihatan bahwa segera setelah Yesus Kristus disalibkan, Dia mengunjungi orang-orang yang saleh di dunia roh. Dia menunjuk para utusan, memberi mereka kuasa dan wewenang, serta mewenangkan mereka untuk “membawa terang Injil kepada mereka yang berada dalam kegelapan, yaitu kepada semua roh manusia” Joseph F. Smith—Penglihatan mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati 130. Gereja diorganisasi di dunia roh, dan para pemegang imamat melanjutkan tanggung jawab mereka di sana lihat Joseph F. Smith—Penglihatan mengenai Penebusan Orang yang Telah Mati 130. Presiden Wilford Woodruff mengajarkan “Imamat yang sama terdapat di sisi lain tabir .… Setiap Rasul, setiap Tujuh Puluh, setiap Penatua, dan seterusnya, yang telah meninggal dalam iman segera setelah dia berlanjut ke sisi lain tabir, masuk ke dalam pekerjaan pelayanan” Deseret News, 25 Januari 1882, 818. Hubungan keluarga juga penting. Presiden Jedediah M. Grant, penasihat bagi Brigham Young, melihat dunia roh dan menguraikan kepada Heber C. Kimball organisasi yang ada di sana “Dia mengatakan bahwa orang-orang yang dia lihat di sana diorganisasi dalam kapasitas keluarga .… Dia mengatakan, Ketika saya melihat pada keluarga-keluarga itu, ada yang kurang dalam beberapa keluarga, … karena saya melihat keluarga-keluarga yang tidak diizinkan datang dan tinggal bersama-sama, karena mereka telah tidak menghormati pemanggilan mereka di sini’” Deseret News, 10 Desember 1856, 316–317. Penjara Roh Rasul Petrus merujuk pada dunia roh sebagai penjara, yang demikian adanya bagi sebagian orang lihat 1 Petrus 318–20. Di dalam penjara roh terdapat roh mereka yang belum menerima Injil Yesus Kristus. Roh-roh ini memiliki hak pilihan dan dapat dibujuk baik oleh yang baik maupun yang jahat. Jika mereka menerima Injil dan tata cara-tata cara dilaksanakan bagi mereka di bait suci, mereka dapat meninggalkan penjara roh dan tinggal di firdaus. Di dalam penjara roh juga terdapat mereka yang menolak Injil setelah itu dikhotbahkan kepada mereka baik di bumi maupun di penjara roh. Roh-roh ini menderita dalam suatu keadaan yang dikenal sebagai neraka. Mereka telah menjauhkan diri mereka sendiri dari belas kasihan Yesus Kristus, yang berfirman, “Karena lihatlah, Aku, Allah telah menderita segala hal ini untuk semua orang, supaya mereka tidak perlu menderita jika mereka mau bertobat; Tetapi jika mereka tidak mau bertobat, mereka harus menderita bahkan seperti Aku; Penderitaan itu menyebabkan Aku sendiri, yaitu Allah, yang paling Besar daripada segala-galanya, bergemetar karena rasa sakit, dan berdarah di setiap pori kulit dan menderita baik jasmani mapun rohani” A&P 1916–18. Setelah menderita bagi dosa-dosa mereka, mereka akan diizinkan, melalui Kurban Tebusan Yesus Kristus, untuk mewarisi tingkat kemuliaan yang paling rendah, yaitu kerajaan Telestial. Bagaimana keadaan di dunia roh serupa dengan keadaan dalam kehidupan ini? Tulisan Suci Tambahan 1 Petrus 46 Injil dikhotbahkan kepada mereka yang telah meninggal Musa 737–39 penjara roh dipersiapkan bagi mereka yang jahat A&P 76 wahyu mengenai tiga kerajaan kemuliaan Lukas 1619–31 nasib pengemis dan orang kaya di dunia roh